Tuesday, 5 September 2017

Menuduh orang beriman bodoh

Tanda-tanda orang Munafik: Menuduh orang beriman bodoh

Orang munafik mempunyai pendirian yang lemah dan amat sedikit memiliki ilmu pengetahuan tentang perkara yang bermanfaat dan yang memudaratkan.  Justeru itu, mereka mudah menuduh orang beriman bodoh atau kurang ilmu pengetahuan dalam menanganani urusan kehidupan.

Firman Allah swt,
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ آمِنُوا كَمَا آمَنَ النَّاسُ قَالُوا أَنُؤْمِنُ كَمَا آمَنَ السُّفَهَاءُ ۗ أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ السُّفَهَاءُ وَلَٰكِنْ لَا يَعْلَمُونَ

"Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman". Mereka menjawab: "Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?" Ingatlah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh; tetapi mereka tidak tahu".Al-Baqarah: 13


Berdasarkan ayat di atas, jelaslah orang-orang yang munafik adalah golongan yang bodoh kerana mereka hidup berlandaskan kesesatan dan kejahilan serta tidak dapat membezakan antara kebenaran dan kebatilan.

Monday, 4 September 2017

Membuat kerosakan di muka bumi

Tanda-tanda orang Munafik: Membuat kerosakan di muka bumi

Islam menyuruh umatnya menjalani kehidupan yang aman dan sejahtera berlandaskan iman dan takwa. Setiap muslim wajib menjauhi dan meninggalkan segala bentuk perbuatan yang boleh merosakkan diri sendiri, masyarakat, agama dan Negara. Oleh itu, seseorang yang melakukan kerosakan di muka bumi ini seperti maksiat dan segala bentuk dosa besar adalah tergolong orang-orang munafik yang amat dimurkai Allah dan akan mendapat balasan dari-Nya di hari akhirat.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ.أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَٰكِنْ لَا يَشْعُرُونَ

"Dan bila dikatakan kepada mereka: "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sedar".Al-Baqarah:11-12

وَإِذَا تَوَلَّىٰ سَعَىٰ فِي الْأَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

"Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerosakan padanya, dan merosak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan".Al-Baqarah:205

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerosakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerosakan".Al-Qasas:77


Menghalalkan perkara yang haram

Tanda-tanda orang Munafik: Menghalalkan perkara yang haram

Dalam syariat Islam segala sesuatu yang halal atau haram adalah jelas sebagaimana yang terdapat di dalam Al-Quran dan Sunnah. Justeru itu, umat Islam tidak boleh atau dilarang menghalalkan sesuatu yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya. Perbuatan menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal adalah berdosa besar hukumnya dan tergolong amalan orang munafik.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui".Al-Hujurat :1

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas".Al-Maidah:87

وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَٰذَا حَلَالٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ


"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung".An-Nahl:116

Memecahbelahkan perpaduan kaum Muslimin

Tanda-tanda orang Munafik-Memecahbelahkan perpaduan kaum Muslimin

Islam menyuruh umatnya agar hidup bersatupadu dalam kesatuan aqidah dan iman. Juteru itu, perbuatan memecahbelahkan perpaduan dan keharmonian antara sesama muslim adalah dilarang dalam Islam kerana akan menyebabkan pengabaian terhadap amanah Allah sebagai khalifah dalam mentadbir kehidupan ummah, sikap demikian boleh membawa kepada kejatuhan dan kehancuran umat Islam sehingga mendatangkan bala bencana dan azab Allah.
Firman Allah swt,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk".Ali-Imran:103

Firman Allah swt,

شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّىٰ بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَىٰ وَعِيسَىٰ ۖ أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ ۚ كَبُرَ عَلَى الْمُشْرِكِينَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ ۚ اللَّهُ يَجْتَبِي إِلَيْهِ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي إِلَيْهِ مَنْ يُنِيبُ

"Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya)".asy syura ayat:13
Firman Allah swt:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” Al Hujuraat 10


Sabda Rasulullah saw,
مَنْ أَتَاكُمْ وَأَمْرُكُمْ جَمِيْعٌ يُرِيْدُ أَنْ يُفًرِّقَ جَمَاعَتَكُمْ فَاقْتُلُوْهُ


“Barangsiapa di antara seseorang yang datang kepadamu sedangkan keadaanmu bersatu yang dikehendaki oleh orang itu untuk dipisahkan persatuanmu, maka bunuhlah dia”. HR Muslim

Memutuskan silaturrahim

Tanda-tanda orang Munafik: Memutuskan silaturrahim

Mencadangkan dan mengekalkan hubungan silaturrahim adalah dituntut dalam Islam. Oleh itu, seseorang yang memutuskan tali silaturrahim akan menyebabkan terputusnya hubungan kekeluargaan sahabat handai dan sesama muslim bahkan termasuk ciri-ciri orang munafik.

Firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". An-Nisa:1

Firman Allah swt:

فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ ﴿٢٢﴾ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰ أَبْصَارَهُمْ

"Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? Mereka itulah orang-orang yang dila’nati Allâh dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka". Muhammad: 22-23

Sabda Rasulullah saw:

إِنَّ الرَّحِمَ شِجْنَةٌ مِنَ الرَّحْمَنِ ، فَقَالَ اللَّهُ مَنْ وَصَلَكِ وَصَلْتُهُ ، وَمَنْ قَطَعَكِ قَطَعْتُهُ

Sesungguhnya (kata) rahim diambil dari (nama Allah) ar-Rahman. Allah berkata, “Barangsiapa menyambungmu (rahim/kerabat), Aku akan menyambungnya; dan barangsiapa memutuskanmu, Aku akan memutuskannya”. HR Bukhari


Sabda Rasululllah saw,
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَطِعُ رَحِمٍ

“Tidak akan masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silaturrahim”. HR Muslim
Sabda Rasulullah saw:

مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِى الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِى الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْىِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ


"Tidak ada satu dosa yang lebih pantas untuk disegerakan hukuman bagi pelakunya di dunia bersamaan dengan hukuman yang Allâh siapkan baginya di akhirat daripada baghyu (kezhaliman dan berbuat buruk kepada orang lain) dan memutuskan kerabat". HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud, Hakim

Sunday, 3 September 2017

Mengkhianat sesuatu amanah

Tanda-tanda orang Munafik: Mengkhianat sesuatu amanah

Mengkhianat sesuatu amanah adalah apabila seseorang yang mendapat kepercayaan daripada orang lain tetapi ia tidak memenuhi amanah yang dipercayakan kepadanya. Dalam Islam amanah wajib dijaga dan dipelihara agar tidak menghilangkan kepercayaan dan kejujuran.

Perbuatan mengkhianat sesuatu amanah adalah dilarang dan tergolong amalan orang-orang yang akan mendapat kemurkaan Allah.

Firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَخُونُوا اللَّهَ وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمَانَاتِكُمْ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui".Al-Anfal:27

Sabda Rasulullah saw,

عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: آيـَةُ المُـنَافِقِ ثَلاَثٌ، إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ؛ وَإِذَا وَعَدَ أَخْـلَفَ؛ وَإِذَا اؤْتُـمِنَ خَانَ

“Dari Nabi saw, beliau bersabda, “Tanda orang munafik ada tiga : apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia menyalahi janjinya, dan apabila diberi amanah (kepercayaan) ia berkhianat” HR Bukhari

Sabda Rasulullah saw,

لَا إِيْمَانَ لِمَنْ لَا أَمَانَةَ لَهُ وَلَا دِيْنَ لِمَنْ لَاعَهْدَهُ

“Belum beriman bagi orang yang tidak beramanah dan tidak ada agama bagi orang yang tidak memegang janji”. HR Ahmad,Bazzar dan Thabrani

Ada ulama yang mengatakan apabila ada seseorang yang tekun mengerjakan solat,puasa, mengerjakan haji dan banyak mengerjakan amal soleh, tetapi ia tidak beramanah terhadap sesuatu, maka menjadi sia-sialah amal mereka dan tiada memperolehi petunjuk dan dimurkai Allah.


Keluh kesah apabila ditimpa Musibah

Tanda-tanda orang Munafik: Keluh kesah apabila ditimpa Musibah

Setiap orang tidak terlepas daripada mengalami musibah yang ditakdirkan Allah yang hanya untuk menguji keimanan kepada Allah. Oleh itu setiap muslim yang beriman kepada Allah, tidak seharusnya merasakan keluh kesah apabila mendapat sesuatu musibah atau bahaya yang ditentukan Allah kerana itu tergolong orang-orang munafik yang tidak bersyukur kepada Allah.

Firman Allah swt,
إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا.وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا.إِلَّا الْمُصَلِّينَ.


"Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir,kecuali orang-orang yang mengerjakan solat".Al-Ma'rij: 20-22

Membazir dalam memanfaatkan nikmat Allah.

Tanda-tanda orang Munafik: Membazir dalam memanfaatkan nikmat Allah.

Islam menyuruh umatnya hidup serba sederhana dalam segala aspek dan melarang membazir dalam menikmati segala kurnia Allah. Segala harta yang dimiliki tidak boleh dibelanjakan pada jalan yang bertentangan dengan syariat Islam.

Firman Allah swt,

وَآتِ ذَا الْقُرْبَىٰ حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Al-Isra':26

Orang-orang yang boros dalam membelanjakan harta dengan sia-sia adalah tergolong orang-orang munafik dan golong syaitan.

Firman Allah swt,

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ ۖ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا


"Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya".Al-Isra': 27

Berputus asa dalam menghadapi cabaran hidup

Tanda-tanda orang Munafik: Berputus asa dalam menghadapi cabaran hidup

Orang yang berputus asa dalam menghadapi cabaran hidup dan dugaan hidup adalah mereka yang tidak bersabar terhadap sesuatu yang ditakdirkan Allah dalam usaha memperolehi rahmat Allah. Sikap berputus asa dalam menghadapi realiti hidup berpunca daripada lemahnya iman dan keyakinan terhadap kekuasaan Allah, sedangkan disebalik kegagalan itu tersirat suatu rahmat dan hikmat yang besar yang akan diberikan Allah.

Dalam Islam, orang-orang yang berputus asa dalam menangani kesusahan hidup adalah tergolong orang-orang yang sesat dan munafik kerana tidak mempunyai keyakinan terhadap kekuasaan dan kebesaran Allah yang boleh mengatasi segala sesuatu.

Firman Allah swt,
قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ

"Mereka menjawab: "Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa".Al-Hijr:55

Firman Allah swt,

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

"Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhan-nya, kecuali orang-orang yang sesat".Al-Hijr:56

Firman Allah swt,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

"Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".Az-zumar:53
وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا ۖ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

"Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa". Ar-Rum:36


Melampaui batas yang digariskan oleh Allah

Tanda-tanda orang Munafik: Melampaui batas yang digariskan oleh Allah

Perbuatan melampaui batas yang digariskan oleh Allah swt bererti menurut kehendak hawa nafsu sehingga boleh tersesat dan menyesatkan pada jalan yang benar sebagaimana yang dilakukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

Firman Allah swt,

قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. Dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus".Al-Maidah:77

Orang-orang yang hidup berlandaskan semata-mata kerana dorongan hawa nafsu dalam menikmati segala kurnia dan nikmat Allah, akan sentiasa berada jauh dari jalan kebenaran. Mereka sanggup mengubah ayat-ayat Allah dan sebagainya sehingga Allah mengunci hati mereka, lalu mereka tidak dapat membezakan batas yang telah ditentukan oleh Allah danRasul-Nya.

Firman Allah swt,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.Al-Maidah:87

Firman Allah swt,

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ


"Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas".Yunus:74

Suka berbantah dan bertengkar sesama Muslim

Tanda-tanda Orang Munafik: Suka berbantah dan bertengkar sesama Muslim

Perbuatan suka bertengkar dan berbantah dengan sesama muslim dalam perkara kecil dan remeh adalah dilarang dalam Islam kerana akan menimbulkan kerenggangan dan kurangnya hubungan silaturrahim serta akan mengurangkan kesempurnaan iman seseorang serta tergolong ciri-ciri munafik.

Firman Allah swt,

لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keredhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar".An-Nisa:114

Sabda Rasulullah saw,

لَا يَسْتَكْمِلُ عَبْدٌ حَقِيْقَةَ الْإِيْمَانِ حَتَّى يَدَعَ الْمَرَاءَ وَإِنُ كَانَ مُحِقًّا

“Seseorang tidak akan mencapai kesempurnaan hakikat iman sehingga dia meninggalkan berbantah-bantah walaupun dia dipihak benar”. HR Ibnu Abi Dunya

Sabda Rasulullah saw,

ذَرُوا الْمَرَاءَ فَإِنَّهُ لَا تُفْهَمُ حِكْمَتُهُ وَلَا يُؤْمَنُ فِتْنَتُهُ


“Tinggalkan berbantah-bantah kerana sesungguhnya berbantahan itu tidak diketahui hikmahnya dan tidak diamankan daripada fitnah”. HR Thabrani

Saturday, 2 September 2017

Sombong di antara Manusia

Tanda-tanda Munafik: Sombong di antara Manusia

Sombong adalah perilaku yang menolak kebenaran dan meremehkan orang lain dengan anggapan kelebihan dan kehebatan dirinya tidak dapat ditandingi. Biasanya sifat sombong ini disebabkan oleh ilmu, ibadah dan keturunan dan kecantikan yang dimiliki oleh seseorang yang mudah dipengaruhi nafsu.

Bersikap sombong terhadap sesama muslim atau manusia seluruhnya adalah dilarang dalam Islam kerana ia boleh mendatangkan kebencian dan kehinaan daripada orang lain serta amat dibenci oleh Allah swt.

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا

"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. an-Nisa:36

لَا جَرَمَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْتَكْبِرِينَ

"Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong".an-Nahl:23

وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ تَرَى الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى اللَّهِ وُجُوهُهُمْ مُسْوَدَّةٌ ۚ أَلَيْسَ فِي جَهَنَّمَ مَثْوًى لِلْمُتَكَبِّرِينَ

"Dan pada hari kiamat kamu akan melihat orang-orang yang berbuat dusta terhadap Allah, mukanya menjadi hitam. Bukankah dalam neraka Jahannam itu ada tempat bagi orang-orang yang menyombongkan diri?" az-Zumar:60

فَادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ

"Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu". an-Nahl:29

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud ra dari Nabi saw, beliau bersabda,

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

“Tidak akan masuk syurga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.” Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ HR  Muslim no. 91

Diriwayatkan dari Iyadh bin Himar ra bahwa Rasulullah saw pernah bersabda,

وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ

‘Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian bersikap rendah hati hingga tidak seorang pun yang bangga atas yang lain dan tidak ada yang berbuat aniaya terhadap yang lain” HR Muslim no. 2865
Rasulullah saw bersabda,

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah seseorang dikatakan berbuat jahat jika ia menghina saudaranya sesama muslim” HR Muslim 2564.

Dalam sebuah hadith yang sahih dikisahkan ,

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah saw dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah saw bersabda, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang tersebut malah menjawab, “Aku tidak boleh.” Beliau bersabda, “Apakah kamu tidak boleh?” -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak boleh sampai ke mulutnya” HR Muslim no. 3766.

Orang tersebut mendapat hukum di dunia disebabkan perbuatannya menolak perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Dia dihukum karena kesombongannya. Akhirnya dia tidak boleh mengangkat tangan kanannya disebabkan sikap sombongnya terhadap perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Inilah di antara bentuk hukuman di dunia bagi orang yang sombong.

Sabda Rasulullah saw:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ

“Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan diiringi dan dikumpulkan seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi mereka dari berbagai sisi. Mereka akan diiringi menuju sebuah penjara di dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan membakar mereka. Mereka akan beri minum nanah penduduk neraka, yaitu thinatul khabal (lumpur kebinasaan)”. HR  Bukhari , no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179



Di antara bentuk kesombongan terhadap manusia di antaranya adalah sombong dengan pangkat dan kedudukannya, sombong dengan harta, sombong dengan kekuatan dan kesihatan, sombong dengan ilmu dan kecerdasan, sombong dengan bentuk tubuh, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Dia merasa lebih dibandingkan orang lain dengan kelebihan-kelebihan tersebut. Padahal kalau kita renungkan, siapakah yang memberikan harta, kecerdasan, pangkat, kesihatan, bentuk tubuh yang indah? Semuanya hanyalah nikmat dari Allah Ta’ala. Jika Allah berkehendak, sangat mudah bagi Allah untuk mencabut kelebihan-kelebihan tersebut. Pada hakikatnya manusia tidak memiliki apa-apa, lantas mengapa dia harus sombong terhadap orang lain?

Menyanjung dan memuji orang tanpa diketahui keadaan sebenarnya.

Tanda-tanda Munafik: Menyanjung dan memuji orang tanpa diketahui keadaan sebenarnya.

Sanjungan dan pujian terhadap seseorang adalah kerana perbuatan dan perkataannya. Akan tetapi sanjungan dan pujuan yang baik dan ikhlas terhadap sesama muslim adalah dibolehkan dalam Islam. Namun demikian, sanjungan dan pujian yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan yang dipuji adalah dilarang dalam Islam dan tergolong amalan orang-orang munafik untuk merosak peribadi seseorang muslim.

Sesungguhnya Allah swt. tidak menyukai umat Islam menyanjung dan memuji orang-orang yang ingkar kepadanya seperti orang kafir, munafik dan fasik kerana boleh menambah kesombongan dan keingkaran mereka.

Sabda Rasulullah saw,
إِنَّ اللهَ يَبْغَضً إِذَا مُدِحَ الفَاسِقُ

“Sesungguhnya Allah marah apabila orang fasik dipuji” HR Ibnu Abiddunya dan Baihaqi.

Sabda Rasulullah saw,
أَحْثُوا التُّرابَ فِي وُجُوهِ الْمَادِحِيْنَ

“Hamburkanlah tanah pada muka orang-orang yang memuji itu” HR Muslim